Kamis, 30 April 2009

Kita adalah yang terbaik

Kita dilahirkan dalam kondisi yang serba tidak bisa apa apa, kemudian kita belajar dari lingkungan baik itu orang tua, saudara dan lingkungan sosial kita untuk bisa mengerti bagaimana menjalani hidup. Segala apa yang tertangkap panca indra, segala yang dirasakan hati sangat indah sekali jika kita bisa menikmatinya dengan penuh rasa syukur. Sebab nilai kenikmatan hanya bisa dirasakan oleh orang orang yang bisa mensyukuri apa yang dimilikinya saat ini. Baik itu harta, keluarga dan juga jabatan.

Jabatan selalu dikaitkan dengan karir di dunia kerja, sejauh mana jabatan yang diterima sejauh itu pula karirnya berkembang, namun tentunya usahanya untuk bisa lebih baik lagi tidaklah sejauh itu pula. Semua orang terus mengejar impiannya, begitu satu impian sudah dalam genggaman, berganti lagi dengan impian yang lain yang harus dikejar. Begitulah hidup, selalu menuntut kita untuk terus maju untuk menjadi yang terdepan. Walaupun di sisi lain ada sebagian orang yang selalu menerima apa adanya dan enggan untuk berusaha mendapatkan yang lebih baik. Bukankah Tuhan mencintai hamba hambanya yang kuat ? baik kuat secara mental spiritual ataupun materi. Ibarat surga memang jika kita memiliki istri cantik/suami yang tampan, anak anak yang lucu dan berprestasi, mobil mewah, rumah yang megah juga harta yang melimpah.

Satu pertanyaan konyol dan unik untuk kita semua, Sejauh manakah kita bisa berusaha menjadi yang terdepan ?

Kita ada karena sperma bapak kita sempat bertemu dengan sel telur ibu kita, kemudian berlangsung proses kehamilan dan yang terakhir kelahiran.

Setiap wanita yang dilahirkan secara normal memiliki jumlah sel telur yang hampir sama yang terus berkurang satu per satu pada saat menstruasi, pada saat sel telur dalam indung telur sudah habis hal inilah yang dinamakan manupouse. Makanya kenapa wanita yang sudah manupose sedikit mengalami perubahan mental dan psikis misalnya berkurangnya sense feminismenya. Saat sel telur keluar dari indung telur, sel telur tersebut digerakkan oleh bulu bulu halus yang mirip handuk dalam dinding saluran tubavalopi untuk menuju rahim untuk bisa bertemu dengan sperma sebagai “pasangan hidupnya”. Bagaimana dengan sperma ?

Sperma dihasilkan oleh testis secara terus menerus tanpa henti, makanya laki laki tidak mengenal manupouse. Untuk mendapatkan sperma yang sehat, umur sperma harus tidak lebih dari 3 hari dalam testis laki laki dewasa dan maksimal 20 menit selama berada di luar testis, jika lebih maka sperma tersebut kurang sehat dan memiliki peluang kecil untuk bisa menyebabkan sel telur berkembang menjadi janin. Sperma dengan gerakan ekornya mampu berenang dengan kecepatan 60 km/jam, lebih cepat dari kecepatan lari kita. Menakjubkan bukan ? itulah kehebatan ciptaan Tuhan.

Dalam proses kehamilan, sperma harus bertemu dengan sel telur dalam rahim. Tapi proses pertemuan inilah yang sangat sulit dah harus melalui banyak “perjuangan”. Ada 2 tantangan yang mematikan sperma sebelum bertemu dengan sel telur.

Pertama adalah cairan pada lubang vagina. Cairan pada lubang vagina berfungsi untuk menetralisir benda asing yang masuk melaluinya. Sperma bagi cairan vagina dianggap benda asing/luar makanya berusaha untuk dinetralisir dengan cara mematikannya.

Tantangan yang kedua adalah pelindung sel telur yang melapsi semua permukaan sel telur. Perlindungan ini sangat kuat dan hampir tidak ada celah bocor yang memungkinkan sesuatu benda/sel bisa masuk, ibarat atmosfir bumi yang membakar habis benda luar angkasa yang turun masuk ke bumi.

Setelah melalui benteng pertahanan tahap pertama, hanya 30% dari jumlah sel sperma yang berhasil “selamat” dan melanjutkan perjalanan menuju sel telur hingga hanya ada satu sel sperma yang yang berhasil menancap ke permukaan sel telur. Setelah satu sel telur berhasil masuk menembus sel telur, kemudian sel telur menutup dirinya dengan benteng yang lebih kuat lagi agar tidak ada sel sperma lagi yang menempel pada sel tlur tersebut. Itulah proses yang terjadi yang berlangsung secara alami dengan scenario Tuhan.

Yang penting untuk menjadi catatan kita semua adalah bahwa, hanya sperma yang paling kuat dan paling cepat yang berhasil memberikan warna baru di dunia dengan bertambahnya satu makhluk ciptaan Tuhan yang bernama manusia. Bukan sperma dan bukan lagi sel telur….ya …manusia secara utuh yang memiliki otak, jantung dan organ lainnya serta sesuatu yang bersifat gaib misalnya akal dan perasaan.

Satu kesimpulan kecil pastinya sudah terbentuk di benak kita. Kita berasal dari bukan sembarang sel sperma dan bukan juga dari sel telur yang sembarangan dan asal. Kita berasal dari sel telur yang paling baik kualitas kesuburannya, kita berasal dari sel sperma yang paling kuat bertahan melawan berbagai tantangan mematikan, mampu menembus benteng lawan yang paling kuat dengan perjuangan sampai titik penghabisan, kita berasal dari sperma yang paling cepat gerakannya yaitu 60 km/jam.

Sekarang coba kita bercermin sambil merenung, hilangkan egois dan segala bentuk ke-“aku”-an yang menempel pada diri kita. Cobalah untuk positif dan subyektif terhadap diri kita sendiri.

Berapa umur kita sekarang ?

Perjuangan apa yang sudah kita lakukan ?

Tantangan hidup yang bagaimana yang sudah kita takhlukkan ?

Cita cita mana yang sudah kita capai ?

Adakah cita cita yang masih kita perjuangkan saat ini ?

Hanya kita sendiri yang bisa menjawab pertanyaan pertanyaan di atas.

Lucu dan konyol jika ada dari kita yang tidak bisa berbuat apa apa dengan kondisi yang kurang menguntungkan, berati kita kalah dengan sperma. Jika kita tidak bisa memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain itu artinya kita kalah subur dengan sel telur. Jika diantara kita ada yang putus asa, harusnya dia malu dengan sperma, sesuatu yang menurutnya jijik dan jorok tapi sekali sperma keluar dari kandangnya dia akan terus berjuang sampai penghabisan.

Kita berasal dari sel telur/sperma terbaik, kenapa saat sel telur dan sel sperma menjadi manusia malah manusia itu sendiri tidak bisa menjadi yang terbaik. Sel telur/sperma menjalani semua proses perjalannya melalui proses alami dan skenario Tuhan, begitu juga kita sebagai manusia. Bedanya kita sebagai manusia sudah Plus otak/akal yang seharusnya lebih kreatif untuk menentukan jalan menjadi yang terbaik.

Sudah saatnya kita bangkit untuk berbenah, habis sudah masanya kita hanya duduk termenung hanya merencakan, lebih buruk lagi jika kita hanya duduk diam sambil mengutuk nasib yang tidak berpihak. Mulailah semuanya sekarang….jalani saja….ya..jalani saja…ikuti semuanya secara alami sambil pikirkan apa yang sebaiknya kita lakukan ke depan.

SALAM SUKSES

1 komentar:

  1. jgn pernah sia-siakan waktu yg diberikan krn itu tdk akan prnh kembali lg...yes i'm gonna be the best

    renovasi rumah

    BalasHapus